Rabu, 25 Maret 2015 0 komentar

Budaya yang Mempengaruhi Potensi Remaja dan Kemanusiaan

Faktor faktor Budaya yang mempengaruhi potensi remaja

            Budaya erat kaitan nya dengan tradisi dan perkembangan jaman yang ada dalam suatu lingkup masyarakat. Dimana suatu tindakan yang sudah sering terjadi atau lakukan dalam lingkungan tersebut. Khusus nya dilingkungan remaja. Remaja adalah masa dimana seorang anak sudah tumbuh menjadi pribadi yang keingintahuan akan sesuatu cenderung tinggi. Sehingga seorang remaja akan melakukan apapun demi memenuhi keingintahuan nya terhadap sesuatu. Disaat inilah remaja dituntut untuk dapat menguasai nafsu nya, sehingga bisa membedakan mana yang baik dan buruk atau negatif dan positif.
            Dimasa remaja yang sangat rentan itulah, pengaruh hal negative atau positif yang dilakukan nya sangat mempengaruhi kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan pola pikir serta tindakan nya saat dewasa nanti. Berikut akan dijelaskan factor faktor budaya dalam potensi remaja

1.      Faktor Globalisasi

Factor ini merupakan factor yang paling utama dalam tumbuh kembang remaja. Dimana remaja lebih memilih trendy  yang sebagian besar dilakukan Negara asing daripada harus mengembangkan budaya yang ada didalam Negara nya. perkembangan globalisasi tentunya menuntut kita untuk berkembang mengikuti pergantian jaman. Tetapi, tidak boleh lepas dari budaya yang sudah melekat di Negara atau lingkungan nya masing masing.
Contoh:
dalam hal berpakaian remaja. Di era modern ini sudah terkenal dimana pakaian yang semakin minim adalah pakaian yang mengikuti fashion dan mahal dalam urusan harga. Di wilayah barat tentunya hal ini sudah tak lazim, karna itu sudah merupakan budaya mereka. Tetapi untuk Negara di wilayah timur, itu adalah hal yang terlepas dari norma dan etika budaya timur.

2.     Faktor Keluarga

Factor ini adalah factor internal yang sangat rawan dan penting dalam tumbuh kembang seorang remaja. jika diibaratkan, factor ini adalah tiang pondasi dalam suatu bangunan. Sehingga, jika tiang ini rapuh dan roboh, maka hancur berantak bangunan walaupun sebagus apapun.
Contoh:
Contoh negative adalah broken home. Yaitu perselisihan antara orang tua yang lebih mementingkan urusan pribadi nya sendiri daripada mengurusi kehidupan anak nya.sehingga akan memicu sifat buruk pada anak remaja yang mengalaminya.

3.     Faktor Lingkungan

Jika keluarga adalah tiang nya, maka lingkungan adalah atap dari sebuah bangunan. Hal yang terpenting tetapi sering diabaikan oleh sebagian banyak orang. Lingkungan merupaka aspek pembentukan kepribadian anak selain dilingkungan keluarga. Oleh karena itu lingkungan tinggal dari seorang remaja bisa dilihat dari sifat dan perilaku nya.
Contoh:
Jika dilingkungan seorang remaja kebanyakan adalah orang yang boros dan suka bersenang senang, maka dia akan mengikuti nya walaupun tanpa menyadari bahwa dia juga mengikuti cara bergaul seperti itu. Lebih bahaya lagi, jika bergaul dengan lingkungan seperti itu dalam waktu yang lama, maka akan berdampak pada kebiasaan nya dimasa mendatang


Masalah Budaya yang Berkaitan dengan Kemanusiaan

            Berbagai masalah budaya merupakan hal yang timbul atau dibuat oleh suatu lingkungan masyarakat tidak lepas dari sifat kemanusiaan yang ada pada tiap individu masyarakat tersebut. Jika beralih kepada aspek social, maka bisa dikaitkan bahwa setiap individu harus bisa bermasyarakat sesuai etika dan norma yang berlaku didalam lingkungan tersebut. Budaya di wilayah timur yaitu Indonesia merupakan budaya yang mempunyai keharmonisan dan rasa kemanusiaan yang lebih tinggi dibanding bangsa asing di wilayah barat. Bahkan didalam undang undang pun disebutkan pri kemanusiaan yang artinya harus berpegangan pada rasa kemanusiaan antar sesame.
Contoh:
Saling menolong tanpa pamrih atau gotong royong. Ini merupakan masalah budaya yang tidak bisa ditolerir lagi. karna didalam penerapan nya harus mempunyai rasa yang ikhlas walaupun tidak sedikit yang melakukannya dengan pamrih. Dengan saling menolong tersebut maka akan timbul suatu hubungan yang memberikan rasa kenyamanan dan mengerti antar sesame.

            Jadi, kebiasaan dalam suatu ruang lingkup lingkungan yang ditinggali merupakan pembangunan sikap setiap individu yang menempatinya. Tetapi, sebagai makhluk social yang cerdas, diharuskan untuk berkembang dan hanya melakukan hal hal yang berbau positif dilingkungannya.

oleh : Thomi Akbar



Selasa, 17 Maret 2015 0 komentar

ILMU BUDAYA DASAR


ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI MKDU
Ilmu Budaya Dasar sudah sepatutnya menjadi mata kuliah dasar.  Tentunya, para mahasiswa dan mahasiswi harus meningkatkan ketajaman nya dalam bidang softskill .  softskill sendiri merupakan bidang yang tidak mempelajari tentang akademik perkuliahan. Melainkan lebih mengarah kepada pengembangan kepribadian dan mengenal jati diri mahasiswa itu sendiri. Ilmu ini penting dalam menunjang perkuliahan akademik lainnya.
Kenapa dikatakan penting? Karena mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai bidang akademik perkuliahan yang mempelajari tentang materi dan ilmu ilmu didalamnya. Tetapi mereka juga dituntut untuk mempelajari ilmu budaya yang dimana merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengetahui dan mendalami berbagai masalah kebudayaan khususnya dimasyarakat sekitarnya.

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Budaya merupakan suatu cara hidup yang dimiliki oleh suatu kelompok orang atau masyarakat yang dapat dipelajari terus menerus selama perkembangannya. sedangkan ilmu budaya dasar itu sendiri merupakan suatu pengetahuan yang mempelajari tentang budaya dan masalah masalah yang terkandung didalam nya.
Budaya sendiri sudah melekat dalam setiap individu manusia itu sendiri. Tetapi, tidak menutup kemungkinan budaya dapat dipelajari dalam perkembangan nya. karena, setiap individu akan melakukan komunikasi kepada individu lainnya atau kelompok lain yang mempunyai budaya yang berbeda. Sehingga individu tersebut akan mempelajari dan menyesusaikan budaya budaya yang ada di sekitarnya. Selama itu masih mempunya nilai serta norma norma yang berlaku sehingga tidak menyimpang dalam penerapannya

TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
          Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ilmu budaya dasar ini lebih menitik berakan kepada perkembangan softkill peserta didik. Dalam mempelajari nya pun tidak cukup hanya memahami materi dan ilmu yang terkandung didalamnya, melainkan harus melakukan tindakan atau aktif dalam menerapkan dikehidupan sehari hari.
          Sehingga penerapan ilmu budaya dasar ini tidak hanya di ruang lingkup kecil organisasi atau kelompok. Tetapi juga menekankan kepada ruang lingkup yang lebih besar yaitu masyarakat. Berikut bebrapa tujuan dari ilmu budaya dasar:
               
  1. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah yang ada pada masyarakt dan budaya yang terkandung didalamnya serta mengembangkan kepekaan mereka terhadap masalah masalah yang menyangkut kedua hal tersebut.
  2. Membuat mahasiswa peka terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
  3. Membuat mahasisw terbiasa dan berani dalam public speaking serta berani mengemukakan pendapat didepan orang banyak.
  4. mengasah dan mempertajam komunikasi antar mahasiswa ataupun masyarakt lain. Sehingga mereka lebih luwes dan pintar dalam berbicara sesuai nilai dan norma yang berlaku.



oleh : Thomi Akbar

Selasa, 10 Maret 2015 0 komentar

Kepribadian Bangsa Timur

Budaya dalam suatu wilayah terdiri antara wilayah timur dan wilayah barat.didalam kebudayaan yang ada dilam nya sangat jauh berbeda satu sama lain.wilayah timur adalah wilayah yang ditempati oleh sebagian besar penduduk asia termasuk indonesia. bangsa timur ini juga dikenal sebagai bangsa yang mempunyai keramah tamahan dan kesopanan yang tidak dimiliki wilayah lain.
Selain dari keramah tamahan penduduk bangsa timur. Mereka yang mendiami wilayah tersebut sepenuh nya mempunyai rasa toleransi yang tinggi dan tidak individualis dalam bertindak. Tidak heran jika ada penduduk asing(warga dari wilayah barat) yang berkunjung ke wilayah timur akan nyaman dan mengaggumi bangsa bangsa yang ada di wilayah timur tersebut.
Tetapi kita sebagai bangsa yang berdiam di wilayah timur tidak boleh bangga dan tinggi hati akan hal itu. Karna tidak sepenuh nya akan selalu baik. Pasti selalu ada sisi negative dan positif dalam kebudayaan di setiap bangsa khusus nya bangsa timur. Jadi, tidak selmanya akan berjalan dengan baik.
Bangsa timur juga dikenal sebagai bangsa yang memiliki toleransi dan keterbukaan yang tinggi. Tetapi selama masih tidak menyimpang dari norma dan etika yang berlaku di setiap wilayah. Jadi tidak menutup kemungkinan masyarakat di wilayah timur menyalahi norma dan etika yang berlaku di wilayah mereka karna terpengaruh oleh kebudayaan yang ada di wilayah lain.
Berikut beberapa contoh kapribadian yang melekat pada bangsa timur:

1.     Menghormati yang lebih tua


Mungkin bagi kita yang tinggal di wilayah timur sudah tidak heran dengan perihal ini. Tetapi, untuk budaya barat, menghormati orang yang lebih tua walaupun hanya setahun adalah hal yang tidak biasa. Orang yang lebih tua mempunyai pengalaman yang lebih lama, oleh karena itu, mereka patut untuk dihormati oleh orang yang lebih muda. Itulah yang melekat dikepribadian budaya timur.

2.     Berbahasa



Didalam berbahasa, bangsa timur mempunyai ciri khas dalam mengeluarkan kata kata dari mulut dengan sopan dan ramah. Maka tidak heran jika masyarakat di budaya barat sangat nyaman jika berbicara dengan masyarakat di wilayah timur.

3.     Berpakaian


Didalam berpakaian pun, masyarakat timur mempunyai etika dalam berpakaian yang sopan sehingga tidak mengundang nafsu negative pada orang yang melihat. Tapi di era modern ini sudah tidak sedikit lagi masyarakat pada bangsa timur yang mengikuti kebudayaan barat, yaitu dengan berpakaian yang terbuka dengan alasan mengikuti perkembangan zaman.

Oleh karena itu, kita bangsa Indonesia sebagai bangsa timur harus bangga oleh kebudayaan yang tertanam sebagai bangsa timur. Tetap mengharumkan kebudayaan dimana kita berada walaupun harus mengikuti perkembangan jaman yang ada tanpa harus melepas norma dan etika yang berlaku.

oleh: Thomi Akbar

 
;