Faktor
faktor Budaya yang mempengaruhi potensi remaja
Budaya erat
kaitan nya dengan tradisi dan perkembangan jaman yang ada dalam suatu lingkup
masyarakat. Dimana suatu tindakan yang sudah sering terjadi atau lakukan dalam
lingkungan tersebut. Khusus nya dilingkungan remaja. Remaja adalah masa dimana
seorang anak sudah tumbuh menjadi pribadi yang keingintahuan akan sesuatu
cenderung tinggi. Sehingga seorang remaja akan melakukan apapun demi memenuhi
keingintahuan nya terhadap sesuatu. Disaat inilah remaja dituntut untuk dapat menguasai
nafsu nya, sehingga bisa membedakan mana yang baik dan buruk atau negatif dan
positif.
Dimasa remaja yang sangat rentan
itulah, pengaruh hal negative atau positif yang dilakukan nya sangat
mempengaruhi kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan pola pikir serta
tindakan nya saat dewasa nanti. Berikut akan dijelaskan factor faktor budaya
dalam potensi remaja
1. Faktor Globalisasi
Factor ini merupakan factor yang
paling utama dalam tumbuh kembang remaja. Dimana remaja lebih memilih trendy yang sebagian besar dilakukan Negara asing
daripada harus mengembangkan budaya yang ada didalam Negara nya. perkembangan
globalisasi tentunya menuntut kita untuk berkembang mengikuti pergantian jaman.
Tetapi, tidak boleh lepas dari budaya yang sudah melekat di Negara atau
lingkungan nya masing masing.
Contoh:
dalam hal berpakaian remaja. Di era
modern ini sudah terkenal dimana pakaian yang semakin minim adalah pakaian yang
mengikuti fashion dan mahal dalam urusan harga. Di wilayah barat tentunya hal
ini sudah tak lazim, karna itu sudah merupakan budaya mereka. Tetapi untuk Negara
di wilayah timur, itu adalah hal yang terlepas dari norma dan etika budaya
timur.
2. Faktor Keluarga
Factor ini adalah factor internal
yang sangat rawan dan penting dalam tumbuh kembang seorang remaja. jika
diibaratkan, factor ini adalah tiang pondasi dalam suatu bangunan. Sehingga,
jika tiang ini rapuh dan roboh, maka hancur berantak bangunan walaupun sebagus
apapun.
Contoh:
Contoh negative adalah broken home.
Yaitu perselisihan antara orang tua yang lebih mementingkan urusan pribadi nya
sendiri daripada mengurusi kehidupan anak nya.sehingga akan memicu sifat buruk pada
anak remaja yang mengalaminya.
3. Faktor Lingkungan
Jika keluarga adalah tiang nya,
maka lingkungan adalah atap dari sebuah bangunan. Hal yang terpenting tetapi
sering diabaikan oleh sebagian banyak orang. Lingkungan merupaka aspek
pembentukan kepribadian anak selain dilingkungan keluarga. Oleh karena itu
lingkungan tinggal dari seorang remaja bisa dilihat dari sifat dan perilaku
nya.
Contoh:
Jika dilingkungan seorang remaja
kebanyakan adalah orang yang boros dan suka bersenang senang, maka dia akan
mengikuti nya walaupun tanpa menyadari bahwa dia juga mengikuti cara bergaul
seperti itu. Lebih bahaya lagi, jika bergaul dengan lingkungan seperti itu
dalam waktu yang lama, maka akan berdampak pada kebiasaan nya dimasa mendatang
Masalah
Budaya yang Berkaitan dengan Kemanusiaan
Berbagai masalah budaya merupakan
hal yang timbul atau dibuat oleh suatu lingkungan masyarakat tidak lepas dari
sifat kemanusiaan yang ada pada tiap individu masyarakat tersebut. Jika beralih
kepada aspek social, maka bisa dikaitkan bahwa setiap individu harus bisa
bermasyarakat sesuai etika dan norma yang berlaku didalam lingkungan tersebut. Budaya
di wilayah timur yaitu Indonesia merupakan budaya yang mempunyai keharmonisan
dan rasa kemanusiaan yang lebih tinggi dibanding bangsa asing di wilayah barat.
Bahkan didalam undang undang pun disebutkan pri kemanusiaan yang artinya harus
berpegangan pada rasa kemanusiaan antar sesame.
Contoh:
Saling
menolong tanpa pamrih atau gotong royong. Ini merupakan masalah budaya yang
tidak bisa ditolerir lagi. karna didalam penerapan nya harus mempunyai rasa
yang ikhlas walaupun tidak sedikit yang melakukannya dengan pamrih. Dengan saling
menolong tersebut maka akan timbul suatu hubungan yang memberikan rasa
kenyamanan dan mengerti antar sesame.
Jadi, kebiasaan dalam suatu ruang
lingkup lingkungan yang ditinggali merupakan pembangunan sikap setiap individu
yang menempatinya. Tetapi, sebagai makhluk social yang cerdas, diharuskan untuk
berkembang dan hanya melakukan hal hal yang berbau positif dilingkungannya.
oleh : Thomi Akbar






- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact