PENDERITAAN
Dalam keseharian, penderitaan merupakan hal yang dirasakan oleh
suatu individu yang bersifat tidak menyenangkan. Dimana penderitaan bisa
disebabkab oleh orang lain atau lingkungan sekitar atau disebabkan oleh
individu itu sendiri. Dapat dipahami juga bahwa penderitaan yang kita rasakan
belum tentu merupakan penderitaan orang lain juga.
Susah tidak nya penderitaan yang dialami suatu individu
tergenatung kepada mental dan kepercayaan yang mereka punya. Jika mental dan
kepercayaan nya lemah, maka penderitaan itu bisa sangat berat. Sebaliknya, jika
seorang individu memilki jiwa dan kepercayaan yang kuat maka penderitaan akan
jadi tidak masalah olehnya, melainkan menjadi dorongan untuk menjadi pelajaran
kedepannya.
Cara
menangani:
Seperti yang sudah disinggung
sebelumnya, penderitaan tidak akan lepas dari bagaiman individu itu
menghadapinya. Ada yang bermental dan berjiwa lemah, dan sebaliknya, ada yang
mempunyai mental dan kepercayaan yang kuat. Hal hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi
penderitaan yaitu:
·
Selalu berpikir bahwa tidak
hanya kita yang memiliki penderitaan, tetapi ada orang lain yang memiliki
penderitaan yang lebih berat
·
Mempunyai tujuan atau goal
planning yang harus dicapai, sehingga harus melupakan penderitaan yang dialami
dan bergerak kedepan
·
Selalu ingat kepada allah
dan rajin beribadah agar terhindar dari pikiran yang buruk.
KEKALUTAN
Pada kekalutan ini berbeda dengan penderitaan tatapi mempunyai hal
yang sama. Kekalutan lebih menitikberatkan kepada batin. Sehingga kekalutan
bisa disebut juga penderitaan tetapi berasal dari batin atau hati, yang mana
mempunyai beberapa gejala sepert Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Ciri ciri
yang mengalaminya:
·
Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita
baik jasmani maupun rohani.
·
Usaha mempertahankan diri dengan cara negative, yaitu mundur /
lari, sehingga cara bertahan dirinya salah. Pada orang lain yang tidak
menderita kekalutan mental akan memecahkan solusi masalahnya, sehingga tidak
menekan perasaan. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan dan
memecahkan persoalan.
·
Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang
bersangkutan mengalami gangguan.
SIKSAAN
Kalau penderitaan atau kekalutan adalah perasaan yang dialami oleh
orang itu sendiri tanpa dialami oleh yang lainnya, berbeda dengan siksaa. Siksaan
ini adalah sesuatu yang dilakukan kepada orang lain dengan cara melukai orang
tersebut, bisa secara mental maupun fisik.
Perlakuan tersebut merupakan perlakuan yang dengan sengaja
dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas
dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan
pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut
sebagai penyiksaan.
Tujuan lain yang tidak mengarah ke sesuatu yang negative yaitu
siksaan dalam bentuk interogasi pelaku kejahatan. Interogasi ini dilakukan
untuk menemukan komplotan penjahat lainnya, kejahatan apa saja yang telah dilakukan,
dll yang bisa menyebabkan orang itu berbicara atau mengungkapkan sesuatu yang
disembunyikan nya.
Artikel:
Penyiksaan TKI di Malaysia
Masih Terus Terjadi
Selasa, 6 Maret 2012 | 16:40
Selasa, 6 Maret 2012 | 16:40
[KUALA
LUMPUR] Sejumlah perbaikan terus dilakukan dalam upaya melindungi tenaga kerja
Indonesia (TKI) di Malaysia. Namun toh berita mengenai penyiksaan terhadap
tenaga kerja kita masih terus terjadi di negeri jiran.
Kasus yang terakhir terjadi baru-baru ini menimpa dua pembantu rumah tangga asal Indonesia yang disiksa majikannya seorang pejabat Pemerintah Malaysia.
Peristiwa ini membayangi upaya pengiriman kembali TKI setelah sempat dihentikan, karena banyaknya laporan penyiksaan.
Data dari AFP melaporkan, sebanyak 300.000 pekerja wanita Indonesia menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia. Namun pada 2009, pengiriman TKI untuk tenaga kerja rumah tangga ini dihentikan oleh pemerintah menyusul banyaknya kasus kekerasan terhadap mereka.
Kemudian pada Desember lalu terjadi kesepakatan dimana akan adanya peningkatan gaji para TKI dan juga upaya Malaysia untuk meminimalkan terjadinya kekerasan terhadap tenaga kerja.
Namun akhir pekan kemarin, Kedubes Indonesia di Kuala Lumpur menerima laporan adanya kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia yang kembali terjadi. Hal ini bisa saja memicu pada peninjauan kembali pengiriman tenaga kerja Indonesia khususnya sector rumah tangga.
Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan adanya laporan perlakuan tidak layak yang diterima oleh dua pembantu rumah tangga yang bekerja di Malaysia. “Kami memang menerima laporan itu dan saat ini tengah mendalaminya,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Tatang Razak.
“Laporan yang kami dengar keduanya mengalami eksploitasi mereka disuruh bekerja lewat batas waktu yang ditentukan, dengan bayaran sangat minim juga sering disuruh mijitin majikan perempuannya hingga larut malam juga mengalami kekerasan.”
Laporan yang diterima oleh Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia mengatakan keduanya dipekerjakan dengan upah minimum dan waktu kerja yang tidak menentu. Keduanya menurut laporan yang dihimpun oleh Wartawan BBC di Malaysia, Jeniffer Pak, bekerja untuk pejabat senior di lingkungan pemerintah negara jiran tersebut.
Sumber BBC Indonesia di lingkungan Kementerian Luar Negeri juga membenarkan bahwa pelaku merupakan pejabat tinggi di Malaysia.[L-9]
Kasus yang terakhir terjadi baru-baru ini menimpa dua pembantu rumah tangga asal Indonesia yang disiksa majikannya seorang pejabat Pemerintah Malaysia.
Peristiwa ini membayangi upaya pengiriman kembali TKI setelah sempat dihentikan, karena banyaknya laporan penyiksaan.
Data dari AFP melaporkan, sebanyak 300.000 pekerja wanita Indonesia menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia. Namun pada 2009, pengiriman TKI untuk tenaga kerja rumah tangga ini dihentikan oleh pemerintah menyusul banyaknya kasus kekerasan terhadap mereka.
Kemudian pada Desember lalu terjadi kesepakatan dimana akan adanya peningkatan gaji para TKI dan juga upaya Malaysia untuk meminimalkan terjadinya kekerasan terhadap tenaga kerja.
Namun akhir pekan kemarin, Kedubes Indonesia di Kuala Lumpur menerima laporan adanya kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia yang kembali terjadi. Hal ini bisa saja memicu pada peninjauan kembali pengiriman tenaga kerja Indonesia khususnya sector rumah tangga.
Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan adanya laporan perlakuan tidak layak yang diterima oleh dua pembantu rumah tangga yang bekerja di Malaysia. “Kami memang menerima laporan itu dan saat ini tengah mendalaminya,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Tatang Razak.
“Laporan yang kami dengar keduanya mengalami eksploitasi mereka disuruh bekerja lewat batas waktu yang ditentukan, dengan bayaran sangat minim juga sering disuruh mijitin majikan perempuannya hingga larut malam juga mengalami kekerasan.”
Laporan yang diterima oleh Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia mengatakan keduanya dipekerjakan dengan upah minimum dan waktu kerja yang tidak menentu. Keduanya menurut laporan yang dihimpun oleh Wartawan BBC di Malaysia, Jeniffer Pak, bekerja untuk pejabat senior di lingkungan pemerintah negara jiran tersebut.
Sumber BBC Indonesia di lingkungan Kementerian Luar Negeri juga membenarkan bahwa pelaku merupakan pejabat tinggi di Malaysia.[L-9]
ANALISA:
Terlihat dari berita tersebut bahwa membuktikan sudah banyak
sekali penyiksaan terhadap manusia. Salah satunya adalah seperti isi berita
tersebut yaitu seorang pekerja yang bekerja di negri tetangga yaitu Malaysia mengalami
tindakan kekerasan oleh majikannya. Faktor pertama adalah kurangnya tingkat
keimanan seseorang sebagai pedoman untuk berperilaku baik. Faktor kedua adalah
kemungkinan adanya rasa ingin menghakimi dan merasa berkuasa sehingga orang
tersebut bisa melakukan apapun kepada korban. Faktor lainnya adalah terdapat
rasa dendam antara pelaku dan korban. Kejahatan ini sudah sering kerap kali
terjadi, tapi belum ada tindakan tegas yang dilakukan oleh pemerintah untuk
memulangkan para TKI nya atau menegur pemerintahan Malaysia dengan tegas agar
terlihat Indonesia tidak bisa diremehkan atau dipandang sebelah mata.







- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact